batik , hemhh sdh lama saya n bapak erte menikmati kenyamanan eksotisme fashion dari cetakan classic Indonesia. tapi ya seperti yg kita tahu entah sadari ato tidak hanya momen y membuat batik bangkit dari "kuburannya", seolah melemah seloah tidak bati hanya dipakai sesaat ketika ada acara "nikahan","lamaran", "upacara bendera", ato apalah yg berbau formal ....
sekalipun saat itu adalah neraka buat saya n bapak erte tentunya harus berangkat kuliah dgn serangan berikut agresi pertanyaan pemuda yg notabene temen sejawat BERLAMBANG "himpunan", "badan", "eksekutif", "presiden", "gubenur", dll. yg embel2 title belakang nya "mahasiwa" (bngung sma pengertian cobalah membaca kata2 yg bertanda kutip dibelakang kata BERLAMBANG distukan dengan satu frase dngn kata MAHASIWA)bertanya dengan nada "hormat" , berikut beberapa list pertanyaannya
1' "eh te elu pake Batik?eneng ujian lisan po piye?" .(penggunaan kata elu tidak terlalu disarankan bagi penikmat pecel atau yg bukan betawi karna akn menimbulkan pandangan aneh, pendengaran aneh bagi yg diajak bicara dikarenakn yg menanyakan aslinya org purwokerto campur jogja mhn diliat pada penekanan kata "eneng" yg berarti aapakah ada pada kalimat tanya diatas dan "opo piye" yg mendekati daerah jawa )
2' "lho erte pake batik, mau kondangan kemana?ada acara rapat kah?" . pertanyaan ini mengutarakan bahwa yg bersangkutan tidak pernah ikut kondangan ato rapat yang menunjukkan nahwa dia tidak mungkin tidur pada saat rapat belangsung seperti bapak2 bernama wakil rakyat atopun makan gratis pada acara kondangan dgn berbekal amplop kosong sebagi formalitas (hehehe sering melakukan)
3' "wah dah naek jabatan jadi asisten dosen nih kyknya bung erte?" pertanyaan ini mngundang tanya pertama apakah mngkin dgn otak yg minimalis dngn kpasitas memory otak seorang erte yg ga nyampe 128mb dan tidk mungkin di upgrade ini mampu jadi asisten dosen, jadi ini pertanyaan sbenanrnya adalah bentuk doa sahabat yg tertunda ato penghinaan membabi buta??
4' "lha ngampus kok pake batik sih te? salah minum obat?" . nah inilah jawara tngga list tanya yg mencekam buat saya sbgai erte, pertanyaan inilah y membuat teman2 laen baek sejawat ato tidak berjawat, temen sejerawat maupaun tidak punya jerawat menjadi paranoid dikarenakan kesimpulan dari pertanyaan ini yg merupakan awal premis umum menjadi sebuah premis khusus yg meyatakan bahwa yg pake batik itu dilarang ngampus pake batik, memiliki kemngkinan sakit kronis dan sering telat minum obat.
ini adalah sebuah kisah nyata bukan mengada2 yg terjadi saat bok erte menjalani masa kuliahnya, klo anda menganggap bahwa kisah ini ngawur maka sbaiknya anda telaah beberpa pertnyaan yg terajukan diatas ,spa yg lebih ngawur?lalu apakah anda memiliki traumatik dgn baju batik?apakah sudah ada penelitian yg menyatakan jika pria memakai batik akan jauh dari rejeki, joodh, dan panjang umur?bukankah jodoh, umur, rezeki ada di tangan Tuhan?lalu apa hubungannya Tuhan ma batik?trus kira2 apa kisah2 erte semasa kuliah itu harus dijadikan buku??hemhhh
haruskah anda baca ini tanpa mengomentari di fb djante arkidam atau di www.ayambujang.blogspot.com?apakah anda sudi sedia tanpa pake kala mengikuti blog ini??